Rabu, 17 April 2013

bahaya perokok pasif


 Sehat >> Info Medis 
 Bahaya Perokok Pasif 
Bahaya Perokok Pasif
Image by : Feminagroup
Karena tidak merokok, Anda mungkin merasa tubuh Anda akan lebih sehat daripada para perokok.

Tetapi faktanya, bila terlalu sering berada di lingkungan perokok, sebagai perokok pasif, kesehatan Anda pun tetap berisiko terganggu akibat turut menghirup asap rokok yang terperangkap di udara.

Menurut www.stopmerokok.com, perokok pasif dapat menghirup asap “aliran samping” (sidestream), yaitu asap yang berasal dari ujung rokok yang terbakar, maupun asap “aliran utama” (mainstream), yaitu asap yang telah dihirup oleh perokok, lalu diembuskan kembali ke lingkungan sekitarnya. Di dalam ruangan yang terdapat perokok, hampir empat per lima dari asap yang mengisi ruangan tersebut merupakan tipe aliran samping yang berbahaya.

Asap rokok yang berakibat buruk bagi perokok juga turut membahayakan orang lain yang tidak merokok. Penelitian ilmiah menunjukkan, asap tembakau mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, termasuk sedikitnya 40 agen penyebab kanker (karsinogenik), yang dapat menempel pada pakaian, rambut, kulit, dinding dan perabotan. Beberapa senyawa kimia itu meliputi tar (agen karsinogenik), karbonmonoksida (yang dapat mengurangi oksigen dalam darah dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit hati), arsenik (dahulu digunakan sebagai racun tikus), ammonia (digunakan dalam pemutih dan pembersih lantai) dan sianida (racun).

Banyak dari gas beracun dalam asap rokok terdapat dalam konsentrasi yang lebih tinggi di asap aliran samping daripada asap aliran utama. Dibandingkan asap aliran utama, asap aliran samping memiliki sekitar dua kali lebih banyak konsentrasi nikotin dan tar, tiga kali jumlah benzo(a)pyrene (agen karsinogenik), lima kali kadar karbonmonosida dan sekitar 50 kali jumlah ammonia lebih tinggi. Dengan senyawa kimia lain, seperti formaldehida, vinil klorida, dan hidrogen sianida, didapatkanlah suatu campuran gas beracun yang sangat berbahaya.

Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa perokok pasif yang menghirup asap aliran samping berisiko mengidap kanker paru-paru sebesar 20-30% dan penyakit jantung sebesar 23%. Belum lagi dampak-dampak negatif lain, seperti rambut menjadi bau, mata iritasi, hingga stroke otak. Sedangkan bagi ibu hamil, asap rokok itu dapat mengganggu tumbuh kembang janin.

Tak hanya orang dewasa, kesehatan anak-anak yang menjadi perokok pasif di lingkungan rumah mereka pun terancam bahaya. Efek yang bisa terjadi terhadap kesehatan mereka adalah kemunculan penyakit asma, bronkitis, batuk, gangguan penyakit telinga, gangguan terhadap saraf dan jantung. Dan jika hal itu terjadi, kualitas hidup anak pun akan menurun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar