Senin, 22 April 2013

Perut sixpack

Dalam masyarakat urban, memiliki perut sixpack adalah kebanggan tersendiri. Perut sixpack tidak hanya dianggap sebagai hasil dari latihan berbulan-bulan, tetapi lebih mencerminkan gaya hidup dan jati diri si pemiliknya.
Yang-Boleh-dan-Tidak-Boleh-dilakukan-Jika-Ingin-Sixpack
Mendapatkan perut sixpack pada dasarnya adalah tentang bagaimana menjalankan gaya hidup sehat. Latihan dan menjaga pola makan adalah yang paling utama untuk mendapatkan perut sixpack.
Nah, apa yang seharusnya dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk mendapatkan perut sixpack? Berikut jawabannya untuk Anda.

Yang Harus Dilakukan

Turunkan Body Fat
Ini adalah hal penting yang harus Anda pahami terlebih dahulu. Perut sixpack tidak akan muncul jika masih ada lemak di tubuh, terutama di perut Anda. Untuk mengurangi lemak tubuh maka disarankan melakukan latihan rutin. Kombinasi latihan beban dan kardio adalah cara yang efektif untuk mengurangi lemak tubuh.
Jaga Pola Makan
Latihan saja tidak akan memberikan hasil maksimal jika pola makan Anda masih sembarangan. Imbangi latihan tersebut dengan pola makan rendah lemak dan tinggi protein. Kurangi mengonsumsi makanan yang manis-manis, seperti cake, roti, biskuit, sirup, dan lainnya. Dan tingkatkan konsumsi protein baik dari sumber hewani dan nabati seperti, dada ayam, ikan, susu, kedelai dan olahannya, dan masih banyak lagi.
Jangan Lewatkan Sarapan
Sebuah studi di University of Massachusetts (AS) mengatakan bahwa pria yang sarapan setiap hari memiliki peluang yang lebih besar mendapatkan perut sixpack dibandingkan orang yang melewatkan sarapan.
Hal ini terjadi karena orang yang terbiasa sarapan lebih mungkin untuk mengendalikan nafsu makannya dan terhindar dari porsi makan yang membabi buta di siang hari. Terlebih lagi, selama hampir 9 jam tubuh kita tidak mendapat asupan makanan saat tidur. Oleh karena itu sarapan sangat penting untuk menyuplai kembali nutrisi di dalam tubuh.
Tidur Cukup
Terapkan kebiasaan tidur cukup untuk mendapatkan perut sixpack. Tubuh membutuhkan 7-8 jam tidur untuk fase pembentukan dan pemulihan otot. Penelitian menyebutkan, jika Anda kurang tidur selama 3 hari berturut-turut maka sel-sel otot akan menjadi resisten terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan penimbunan lemak di sekitar perut Anda dengan memperlambat metabolisme dan meningkatkan nafsu makan.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

Sit-up Terus terusan
Sit up memang dapat memberikan tone pada otot perut Anda, tapi latihan ini tidak akan mengikis lapisan lemak yang menutupi otot perut Anda. Daripada membuang-buang waktu Anda hanya untuk melakukan sit up, lebih baik Anda luangkan waktu untuk melakukan kombinasi latihan beban dan kardio.
Mengonsumsi Karbohidrat Olahan
Jika Anda suka mengonsumsi roti putih pada waktu sarapan, sebaiknya ganti roti Anda dengan roti gandum utuh. Anda juga bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah. Selain bisa membuat perut kenyang lebih lama dengan kandungan seratnya, roti gandum dan nnasi merah juga baik untuk mencegah penyakit diabetes.
Melewatkan Waktu Makan
Inilah kebiasaan yang seringkali menjadi bumerang! Kebiasaan ini akan membuat Anda akan merasa sangat lapar yang berakhir dengan makan berlebihan. Akhirnya tubuh Anda akan mengasup lebih banyak kalori dan memicu timbunan lemak. Terutama di perut Anda.
Ngemil di depan TV
Penelitian yang dilakukan University of Ohio menyebutkan, orang yang melakukan kebiasaan ngemil di depan tv akan dengan cepat menumpuk 10 persen lemak di perut. Bahkan 10 persen lemak yang bertambah itu ditumpuk hanya dalam jangka waktu 2 jam.
Terlalu Stress
Rasa panik, cemas, takut, atau stres akan menaikkan hormon kortisol. Hormon ini akan memberikan efek domino yang negatif pada tubuh karena Anda akan jadi mudah sekali lapar dan metabolisme tubuh melambat. Alhasil, perut semakin buncit dan lingkar pinggang pun melebar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar